Kraukk.com

728 x 90

Wednesday, April 28, 2010

Curug Cipendok – kabupaten Banyumas

Menurut cerita, asal muasal penamaan curug cipendok yakni ketika perang Dipenogoro usai ada seorang Wedana Ajibarang yang bernama R. Ranusentika. Ia sedang memancing di sebuah air terjun dimana terdapat ceruk yang dalam. Begitu kail diarahkan ke ceruk tersebut ia merasa ujung kailnya ditarik oleh seekor ikan yang besar namun ketika akan ditarik ternyata pendok atau warangka kerisnya yang berwarna kuning keemasan tersangkut di mata kail. Nah sejak saat itu air terjun ini dinamakan Curug Cipendok.


Curug cipendok terletak di desa Karang Tengah, kecamatan Cilongok atau sekitar 15 km dari kota Purwokerto. Dari jalan raya, tidak ada angkutan umum untuk mencapai lokasi curug cipendok yang mungkin ada sekitar 1,5 jam perjalanan. Kendaraan roda dua dapat digunakan untuk mencapai tempat ini atau juga dapat menyewa kendaraan jika datang berombongan. Sepanjang perjalanan sebelum menemukan rumah penduduk akan melewati area persawahan penduduk setempat dengan pemandangan yang indah dan sungai kecil yang sangat bersih airnya.


Memasuki kawasan curug , terlihat disekitarnya lingkungan alamnya masih alami dengan hutan tetapi dilarang berburu. Ada air sungai yang sangat jernih dan turbin air yang masih berfungsi. Setelah puas dengan pemandangan alamnya, pintu gerbang curug cipendok terlihat. Dua jalur terbelah , ke kiri untuk pintu masuk dan pembayaran tiket masuk dan sebelah kanan untuk kendaraan keluar dari curug. Tiket masuk per orang sejumlah Rp 6.000,- belum termasuk kendaraan.

Dari pintu gerbang menuju tempat parkir curug cipendok pun cukup jauh jaraknya sekitar 500 meter lagi. Tetapi pemandangan menuju dan ketika tiba di tempat parkir pun terlihat sangat menarik. Dari kejauhan tampak air terjun mengalir diantara rimbunnya hutan. Begitupun jika melihat ke bawah, terlihat beberapa rumah yang tampak atapnya dan dikelilingi sawah ladang. Sekitarnya dikelilingi bukit-bukit , pokoknya sejuk sekali.


Curug cipendok luasnya sekitar 47 ha dan pernah dipugar kemudian dibuka untuk umum sejak tahun 1984. Mengingat pengunjung yang datang ke curug cipendok semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mencapai air terjunnya dari parkiran kendaraan ditempuh dengan berjalan kaki yang diawali melewati tangga berbatu. Kemudian akan menemukan sebuah gazebo dan disekitarnya banyak warung makanan. Berjalan sebentar, tidak jauh terdengar suara gemuruh. Berarti air terjun sudah dekat, begitu ketemu dengan warung terakhir , terlihatlah air terjun yang tingginya hampir 100 meter serta jangkauan percikan airnya mencapai 500 meter. Berarti di warung dan sekaligus tempat ganti pakaian, sudah mulai terasa percikan airnya.


Jika ingin mendekati air terjunnya dapat ke bawah menuruni dua tangga yang licin karena hembusan air terjun cipendok seperti hujan deras. Ketika hendak melangkah menuruni anak tanggapun harus hati-hati , walaupun sudah ada pengangan dipinggirnya bisa saja terpeleset. Nahh , setelah menuruni anak tangga yang kedua dan lebih curam, disebelah kiri akan melihat batu-batuan yang dialirin air.Warnanya coklat , saya senang sekali melihatnya serta mencoba meraba batuan tersebut yang dikelilingi pohon pakis.


Begitu saya sampai di bawah , saya benar-benar basah! Mau berusaha mengambil photo dari tempat saya berdiri, hembusan angin yang membawa percikan air membuat lensa kamera basah. Jadi geregetan karena susah untuk bisa ambil photo . Dalam hitungan beberapa menit bajupun basah kuyup.Karena jarak pandangnya juga tertutup hembusan air yang dibawa angin dan batu-batuan yang ada disekitarnya berlumut membuat licin untuk melangkah, saya pun terjatuh. Lumayan membuat membiru paha saya berhari-hari setelah dari tempat ini.


Ceruk atau kedung tempat jatuhnya air terjun cipendok ini cukup dalam sekitar 20 meter . Wooww bisa tenggelam jika ada yang mencoba berenang, kecuali jika ada yang nekat mencobanya. Para pengunjung yang ada di sanapun hanya bermain di pinggir-pinggir air terjun atau hanya di sekitar bebatuan. Tidak berani untuk menceburkan diri ke dalam. Memang disarankan jika hendak ke curug cipendok dan mencoba untuk turun sampai ke bibir ceruknya disarankan untuk membawa pakaian ganti, pasti basah!


Ketika saya pulang melewati jalan yang sama untuk menuju parkiran , ternyata ada beberapa pengamen yang saya temui. Mereka bernyanyi dan bergitar tetapi hanya di tempat saja. Mereka duduk atau berdiri di pinggir jalan saja tidak sampai di lokasi air terjunnya. Mereka meletakkan topi atau wadah terentu untuk menerima sumbangan uang dari para pengunjung curug cipendok. Suara mereka bagus dan saya pun mengikuti lagu mereka. Menyenangkan.

Purwokerto, 26 februari 2010
Veronica Setiawati
http://g1g1kel1nc1.blogspot.com

Saturday, April 24, 2010

Suatu senja di cengkareng

Bulan Puasa sekitar tanggal 22 September 2008, saya berjalan-jalan sambil menunggu bedug maghrib, ngabuburit istilahnya. Tidak jauh hanya jalan kaki sepanjang jalan ruko taman palem sampai ke Carrefour.


Sore itu terlihat banyak sekali orang yang di jalan. Pedagang yang menjual makanan pembuka puasa pun terlihat di kiri kanan sepanjang jalan. Sore itu juga cuaca cerah sekali. Ketika berbelok ke arah ruko-ruko di ujung barat sana atau ketika pandangan menuju Carrefour , cahaya matahari sore begitu cantik. SInarnya penuh berwarna keemasan. Cahaya matahari sore menyembul dari balik ruko , yang sedang dibangun. Di aspal jalan terlihat bayangan diri yang memanjang.


Semakin mendekati bundaran , yang ada di tengah jalan. Cahaya matahari sore semakin kuat. Tidak ada satupun awan yang menghalanginya. Kuning keemasan memenuhi sekitar bundaran yang ditanami bunga-bunga taman. Sungguh maha sempurna!


Kemudian saya berbelok ke kiri , ke arah Carrefour taman palem. Langit biru di depan saya dan kendaraan belum terlalu banyak yang melintasi jalan aspal ini. ada trotoar untuk yang berjalan kaki dan pinggir jalan ditumbuhi pohon-pohon palem. Biasanya kendaraan melewati jalan ini jika hendak memotong jalan kalau sepanjang jalan ring road di depan macet. Jalan keluarnya akan ditemukan antara sebelah kantor pajak dan kampus satyagama. Tapi jika malam hari sekitar jam 11 malam ke atas, jalanan ini di tutup oleh keamanan.


Saya berhenti di persimpangan jalan. Di depan saya pintu masuk parkir atau arah pintu utara dari Carrefour atau sebutannya mal taman palem. Dari tempat saya berdiri , terlihat pemandangan dari terbenamnya matahari sore. Di antara gedung ruko yang berjejer kiri dan kanan, saya melihat matahari yang sedikit mulai sedikit menghilang tenggelam dari balik awan. Tersisa hanya cahaya kuning keemasan bercampur abu gelap dari sang awan yang menutupinya. Fenomena alam yang luar biasa. Perlahan-lahan sinar itu menghilang.


Namun , ketika saya berjalan ke sisi selatan dari mal taman palemnya, langit masih menyisakan warna-warna keemasan dari matahari yang sudah tenggelam. Suasana mulai gelap dan terdengar azan magrib. Lampu jalanan sudah dinyalakan dan jalan terlihat mulai sepi dari orang-orang yang berlalu lalang. Dan saya pun melangkah kembali ke rumah.

“Luar biasa Tuhan itu, karena indahnya Dia menciptakan senja ini..”

Jkt, 22 september 2008

Veronica Setiawati

Buka Puasa Bersama

Sewaktu bulan puasa tahun yang lalu , tepatnya tanggal 12 September 2009, teman-teman SMA kelas biologi mengadakan buka puasa bersama sekaligus temu kangen. Sudah lama sekali kami tidak pernah bertemu muka. Satu jam sebelum maghrib diharuskan sudah berkumpul di citraland mall. Tempat belum pasti , karena awalnya mau booking di bakwan malang karapitan tetapi tidak jadi. Dalam perjalanan menuju citraland , saya diberitahukan kalau tempat bertemunya di foodcourt pasar senggol.


Menjelang maghrib , saya tiba dicitraland. Dari sejak pintu masuk, sudah berdesakan dengan orang-orang yang tumpah ruah di mall yang letaknya di ujung Grogol yang juga berdampingan dengan universitas tarumanegara. Saya Berlari-lari naik escalator karena lift penuh. Pffhh akhirnya sampai juga di pasar senggol. Tengok kanan kiri mencari seseorang yang mungkin masih saya kenal wajahnya walaupun sudah lama tidak bertemu.


Haiiyaa akhirnya ketemu! Tidak jauh ternyata dari tangga escalator tempat teman-teman saya berkumpul, sudah ada marlia dan anak-anaknya, Sulastri, Andri , Ruli dengan istri dan anaknya, Tanti dan Juni serta Farel anak mereka. Kemudian ada imel yang datang bersama yosep. Mereka sudah berubah bentuk badan lebih gemuk dan raut mukanya juga. Tidak semua sih teman-teman satu kelas yang kumpul tetapi sudah menyenangkan bisa bertemu mereka kembali.


Pulang dari citraland, saya mampir lagi bertemu teman-teman dari kosapala. Kali ini juga acaranya buka puasa bersama. Namun , acaranya lebih malam jadi lebih enak menyebutkannya adalah makan malam bersama di rumah mba Endang. Kalau di mall, makan pesan dari beberapa tempat yang ada di foodcourt. Kalau bersama teman-teman kosapala, makan bersama dialasi daun pisang.


Menu makan malamnya pecel lele dan ikan bakar , ada sambel, lalapan dan nasi putih. Dengan minumnya es coca cola , maantaap! Kami mengelilingi lembaran daun pisang yang atasnya sudah di isi dengan nasi dan laukpauknya serta sambel juga lalapan. Tanpa basa basi dihabiskannya makanan tersebut. Sensasinya luar biasa makan keroyokan tanpa menggunakan sendok garpu.


Dua hari kemudian, ada lagi acara makan buka puasa bersama dengan teman-teman kantor. Pulang dari balaraja janjian bertemu di gedung electronic city dekat purimall kembangan. Kami janjian untuk makan di dcost . Sebuah restoran yang menyediakan makanan seafood. Letaknya dekat escalator, dari pintu masuk ataupun dari luar jalan raya terlihat jelas restorannya.


Sebelum masuk, kami mendaftar dulu di resepsionisnya. Berapa banyak orang yang akan makan dan pesanan atas nama siapa. Lama juga sih , karena yang pesan tempat juga banyak menjelang buka puasa , apalagi Dcost ini bukanya sore hari sekitar jam 6.

Setelah menunggu lama, kami dapat tempat duduk dan mulai memesan makanan antara lain, udang saos padang, cumi dan ikan bakar, nasi satu panci kecil hehe.. karena ada kurang lebih 7 orang yang ikut makan. Tiap kali pesanan datang, akan dicheck list dengan kertas pesanan yang di tempelkan dimeja pengunjung restoran. Jadi bisa ketahuan deh kalau pesanan sudah datang atau belum. Bayarnya sih patungan diakhir, kalau tidak salah dcost bisa menerima debet kalau pembayaran lebih dari Rp 100.000.


Tadinya kami juga mau pesen kepiting karena melihat pengunjung sebelah makan kepiting, ternyata sudah habis yang ada hanya potongan kepiting dan itupun digoreng. Kami memutuskan untuk membatalkan saja pesanan kepitingnya dan jam 9 malam kami beranjak dari tempat kami makan, karena waktunya juga restoran dcost tutup.

Jkt, 12 september 2009

..Vero..

Tuesday, April 20, 2010

Outbond 13 - 15 Oktober 2007

Hari Pertama 13 okt 07

Berangkat dari Shekinah duta merlin jam 10 pagi. Acara ini di selenggarakan oleh Kelasi (Keluarga Alumni Sekolah Evangelisasi) Mudika Shekinah. Naik Tronton ABRI milik TNI AL. Jakarta sepi dan lewat tol juga lancar , tapi ketika sampai di ciawi macetnya minta ampun maklum kan lagi liburan lebaran. Tapi akhirnya kita selamat juga sampe tujuan. Menuju tempat outbound yang jauh dari jangkauan penduduk didaerah megamendung puncak, yang jauh dari warung-warung jajanan. Dengan naik mini colt yang mungil-mungil dengan warna yang cerah.

Sampe atas kami di beritahukan tenda – tenda untuk kami tidur malam harinya. Selesai menaruh tas, kami berkumpul bersama di tenda besar untuk makan siang, acara perkenalan dan pembagian kelompok untuk games. Untuk games yang musti diinget angka-angka yang gak di sebutin, terus terang gue lemot banget hehe… gak bisa konsentrasi dan ngulang mulu hehe.. tapi akhirnya bisa gak bisa, BISA! Itulah semboyan dari kelompok gue….

Menjelang malam permainan selesai dan mulai mandi dan beres-beres diri lah. Kemudian jam 7 malam ngumpul lagi di tenda besar untuk review acara tadi siang dan masuk kembali ke acara yang lebih dalam lagi yakni SOLOING alias malam menyendiri di hutan yang hanya di temanin satu lilin yang menyala dan salah satu anggota badan tuh di plester. Gue aja kena di plester jari kiri gue dan menjadi satu kepalan tangan.

Merepotkan, apalagi pas gue di tinggal sendirian ama pembimbing kelompok gue di salah satu pohon pinus. Nyengir gue… aduh mak takut neh.. ^_^

Gak sadar , mungkin saking paniknya gue kali ya, gue nyanyi lagu-lagu rohani sambil cari posisi yang enak untuk duduk. Eh gue ingat , gue bawa rosario langsung aja berdoa. Gue bener2 gak berani liat sekeliling gue takut banget… merem gak bisa , melek gak berani.. udah gitu dingin banyak semut , woooaa kaki kesemutan hehe.. pas lagi konsen2 nya masuk peristiwa ke tiga eh ada teriakan dari temen gue karena lilinnya dia padam dan ada yang nyaut lagi “oi..oi..” waduh bikin gue tambah takut deh.. tapi akhirnya gue bisa juga nyelesain lima peristiwa rosario.

Agak tenang sih tapi panik lagi pas liat lilin gue mau abis. Tapi gue yakinin aja kalo gue gak akan di tinggalin ama panitia, mereka pasti cariin gue kalau sampai lilin ini padam. kalau perlu gue juga akan tidur aja sampe pagi dihutan. Karena gue yakin ketika habisnya lilin itu , acaranya juga pasti selesai dan gak sampe padam, karena pertolongan Tuhan itu selalu tepat pada waktunya. cieee... ^-^ soale Itu gue percaya banget. Udah gitu gue mulai berani liat sekeliling dan liat kunang-kunang , baguus banget.

upps dan gak lama ada cahaya senter ke arah gue eh puji Tuhan akhirnya acara selesai juga dan kami berkumpul dalam satu kelompok dan sharing pengalaman tadi. Wah seru banget , kami jadi ketawa-tawa denger pengalaman masing-masing. Bener-bener seperti uji nyali padahal cuma makan waktu 2 jam, rasanya udah hampir subuh :D

Udah itu kami kembali ke tenda , tidur pake sleeping bag. Udah kayak lemper deh gue tidur pake itu JJ

Hari kedua 14 Okt 07

Di awali dengan bangun pagi jam 7 pagi, badan pegel-pegel seperti abis digebukin orang sekampung.Abis mandi dan minum air anget pagi2, kami berangkat ke gereja untuk misa pagi jam 8 di stasi gereja St. Yakobus Rasul, keuskupan Bogor mungkin ya?

Turun lagi ke bawah dan pastinya dengan minicolt yang lucu-lucu warnanya itu. Kami datang lebih awal dan belum banyak orang yang datang. Duduk di depan, gerejanya bagus hampir mirip dengan gereja trinitas .. tapi unik dan khusuk banget jauh beda banget deh ama di jakarta. Trus pas abis komuni anak-anak kecil pada berbaris ke dpn minta di berkati ama pastor , ya ampun lutunya mereka , jadi pengen punya anak :)) ;))

Mudika di sana juga ramah-ramah .. dan mau menerima kalau ada kegiatan dari kami di gereja mereka dan akan mereka bantu tapi konfirm satu bulan sebelumnya. Soalnya gue sempet sich kenalan ama mereka waktu gue beli buku di halaman gereja.

Naaah dari gereja penderitaan kami di mulai haha… Mulailah kami melakukan journey alias perjalanan menelusuri bukit eagle ini alias hiking boo..! jam 10 pagi start. Awalnya jalannya rata.. masih enak tracknya kemudian makin satu jalur dan mulai masuk ke jalan yang batu-batu karena lewatin sungai kecil, dan naik lagi yang agak curam, tapi licin tanahnya. Untungnya gue pake spatu kets kalau pake sandal abis deh gue kepleset tapi pakaiannya celana jeans rada rapet untuk hiking. Tapi gue bodo amat deh , mau robek atau kotor biarin aja. Salah kostum banget , abis pulang dari gereja sih.

Akhirnya sampe di pos ke dua disitu dpt makanan kecil dan air minum. Lumayan ganjal perut abis gak makan dari pagi, hanya di isi kue gemblong beli digereja tadi. Udah gitu lanjutin lagi journey nya. Kali ini track nya lebih parah, jalan nya licin, tanah merah dan miring. Kami saling berpegangan tangan, karena kelompok yang sebelumnya jalan belum berhasil lewatin jalur itu. Gue gak nyangka ada hiking kayak gini, gue pikir tadi udah selesai eh gak taunya ini bikin napas gue mau putus. Tapi ya udah gue hanya bisa tenang dan focus ama jalannya supaya gue gak jatuh. Akhirnya bisa juga lewati walaupun pas sampe pos tiga gue batuk-batuk dan langsung geletak duh ampun deh… akhirnya bisa juga hehe..Dan setelah itu jalannya mulai agak ringan dan lebih enak.. duh seneng ternyata jalur terakhir ini tempat dimana gue dan kelompok gue soloing tadi malemnya haha.. ya ampun ternyata gak jauh ama tenda tempat kami kumpul , ASTAGA! >>^_^<<

Kemudian di lanjutin ama games lagi. Seru banget , ada crying wall , manjat papan yang seperti tembok tapi manjatnya pake tali. Sayang sih gue gak naik, udah haik tapi kaki gue keram , amit-amit malu2 in hehehe.. selesai permainan selesai kami semua satu persatu naik flying fox… WAh seru banget !! inilah salah satu alas an gue pingin ikut outbound pingin rasain terjun dari bukit ke bawah pake tali. Wah seneeeeng banget akhirnya kesampean.. pas udah di bawah malah gak berasa hehe… Tapi seru , mau lagi donk…….. ;P

Pas malemnya gue mulai deh ngerasain badan gue makin pegel-pegel gak karuan. Gue udah gak kuat lagi pingin geletak , TIDUR! Ngantuk , cape! Tapi masih ada acara, kami nonton film facing the giant , kisah yang mengharukan , seseorang yang sudah dianggap gagal tetapi berkat kembali lagi kepada Yesus , dia dapat meraih kemenangan yang luar biasa bahkan keluarganya pun Tuhan pulihkan. Sungguh mempesona karya Tuhan lewat kejadian di filem itu. Setelah itu api unggun malemnya. Dan di situ kami satu persatu bicara alasan dan tujuan atau apa yang sudah di dapat dari acara yang berlangsung.

Gue dapat pelajaran berharga untuk berani melawan rasa takut dan ragu-ragu , juga hidup gue itu seprti perjalanan gue waktu hiking. Gak ada jalan yang mulus, akan di temui jalan yang berbatu, curam , licin dan keadaan gue juga dalam gak siap tapi bagaimana gue harus bisa berhadapan dengan itu semua di hidup gue dan mengatasinya dengan baik. Juga belajar mengenai memepercayai orang lain dalam kelompok atau keluarga itu juga sangat penting untuk mencapai tujuan. Harus ada yang menyemangati kalau salah seorang dari kita itu down atau terpuruk harus berani untuk menuntun. Jangan ragu-ragu. Itu mungkin yang bisa gue ambil dari outbound ini.

Abis berdoa bersama , kami main kembang api , udah itu gue tidur , karena badan gue sudah remuk, rasanya tulang gue udah hilang dan suara gue juga hehe.. untung besoknya hari yang santai :D

Hari ketiga 15 okt 07

Bangun jam setengah delapan pagi, cuma sikat gigi karena mau main basah-basahan dan kotor-kotoran. Makan nasi goreng dan minum yang anget –anget dan tidak lupa minyak angin untuk angetin badan gue plus ngeluarin angin hahaha… Udah makan kami menuju lapangan yang luas di situ kami mengadakan beberapa permainan lagi. Salah satu permainan yang unik, karena kita tidak tau mana yang di anggap musuh oleh teman kita atau kawan. Ini adalah permainan pikiran. Kemudian terakhir kita mainan air.

Ada pipa berlubang di dalamnya ada bola, bagaimana caranya ketika di isi air bola itu bisa keluar. Kami smua mulai cari strategi berulang-ulang sambil berbasah-basahan dan akhirnya keluar ide . pipa tersebut kami tutup dengan plastik diiket dan di siram air gak lama keluar bolanya … Setelah itu mulai deh saling siram-siraman dan akhirnya kami semua di siram. Dingin banget…

Setelah mandi kami ngumpul kembali di tenda besar, makan siang dan membicarakan rencana untuk SEP M 6 bulan Februari nanti. Setelah doa bersama kami pulang menuju tronton kami tercinta untuk membawa kami pulang keJakarta.Walau jalur puncak macet banget,kota Jakarta akhirnya kami bisa masuk kota Jakarta, duh seneng banget bisa lihat kota jakarta ;)

Dan jam 17:30 kami tiba kembali di shekinah duta merlin … terima kasih Tuhan Yesus, terima kasih panitia acara outbound dan yang mendukung .Juga untuk panitia dari SEP Mudika 5. Tuhan memberkati panitia SEP M 5 sebab semua demi kemuliaan nama Tuhan.

Sunday, April 18, 2010

Perjalanan dalam acara Pendakian Persahabatan III ( Gn. Merapi 2965 mdpl )


Mungkin karena terbujuk rayuan akhirnya saya terpesona dengan ajakan teman-teman kosapala ikut di acara mereka “Pendakian Persahabatan III’’. Kali ini memang pendakian mereka yang pertama keluar kota yakni Gn Merapi dengan ketinggian 2965 mdpl. Pendakian persahabatan I dan II selalu ke gunung Gede Pangrango. Terus terang kondisi seperti apa merapi saya tidak tahu , ini juga pertama kalinya saya ke merapi.


Kamis malam , tgl 01 April 2010 pukul 22.00 kami berkumpul di base camp. Registrasi , pembagian kaos , sticker dan ketemuan dengan beberapa teman lama yang pernah ikut trip di WABI seperti Didi,Ade , Anik, Hendri ,nana dan beberapa teman yang kenal lewat facebook seperti rian, iya dan beberapa teman yang saya kenal ditempat. Reuni kembali tercipta, awal saja sudah mulai bercanda dan narsisan berphoto. Mulai deh mendekati tengah malam setelah bus yang kami tunggu-tunggu datang, kamipun berangkat dengan peserta sekitar 60 orang termasuk panitia.


Mungkin karena libur panjang atau ada perbaikan jalan atau memang ada masalah dengan bus, perjalanan begitu lambat. Jam 6 pagi saja masih di indramayu. Belum lagi bus beberapa kali berhenti di pom bensin dan tempat makan. Siang hari bus ac yang kami tumpangi baru memasuki kota Tegal. Ketika memasuki kota Pekalongan tiba-tiba busnya mogok di tengah jalan uuhhm untunglah pas kena lampu merah. Lagi-lagi berhenti cukup lama di sebuah pom bensin sampai bus selesai dinyatakan siap berangkat.


Jadwal yang di rencanakan sekitar pukul 11 siang kami tiba di selo jadi berubah total. Memasuki kota Kendal – Semarang hari sudah sore dan disambut hujan. Untuk mengusir kebosanan saya dan beberapa teman membuat lelucon di dalam bus. Terus terang kami sangat lelah duduk berjam-jam dan perjalanan belum sampai-sampai. Lelah dan lapar dalam perjalanan juga ngantuk bahkan ada juga yang mabok perjalanan. Ketika memasuki kota salatiga , bus kami berhenti lagi di pom bensin. Mau tak mau saya harus makan karena energy yang habis dipakai buat ketawa , sueer mereka membuat saya tertawa sampai muka memerah… gara-gara “focus! Tatap mata saya”


Berangkat dari pom bensin sudah maghrib. Ketika akan sampai selo – boyolali , naahh bus nya mogok total di tengah perjalanan. Dan waktu menunjukkan sudah pukul 8 malam. Yaahh , nego sana sini diputuskan naik mobil bak terbuka saja. Diantarlah kami sampai dibasecamp merapi. Dingin banget ketika sampai di basecamp. Jam 10an malam acara dibukan oleh panitia, yakni kiwir sebagai juru bicaranya. Kami duduk berkumpul dalam satu ruangan. Semakin malam udara semakin dingin, membuat kami semua menggigil dan lapar. Akhirnya makan malam datang juga. Sejenak beristirahat kami diberangkatkan untuk mendaki tengah malam.


Start awal berangkat dari basecamp melewati jalan aspal tetapi terus menanjak sampai new selo . kemudian melewati ladang-ladang milik warga kemudian melewati sebuah jalan tanah merah setapak berbentuk seperti saluran air, lalu menjumpai beberapa lorong tanah. Beberapa kali perjalanan saya beristirahat. Perut saya keram, sedangkan hanya minyak angin yang ada tetapi untunglah ada yang memberikan obat. Beberapa teman yang bersama-sama saya membantu menyemangati. Entah karena lelah atau mental saya sudah drop duluan sehingga perjalanan saya yang paling akhir itupun disudah ditarik-tarik. Padahal tas sudah dibawa teman, hanya bawa badan yang besar ini ternyata tidak kuat. hehe.. Mungkin kalau dihitung ada kali 6 jam buat saya sampai di pasar bubrah.


Menjelang subuh saya sudah sampai di punggung merapi. Sempat tergelak pada sebuah batu besar karena sudah lelah. Tapi perjalanan harus dilanjutkan. Lampu senter yang saya bawa mulai dimatikan karena cahaya pagi sudah mulai muncul walau matahari belum keluar dari peraduannya. Yah dengan langkah terseret saya lanjutkan perjalanan. Ehmm walaupun pendakian ini membuat sempat putus asa, namun saya disuguhi pemandangan disekitarnya yang bagus sekali.


Sejenak berhenti pada sebuah batu memandang di depan mata tampak gunung merbabu cantik sekali berwarna hijau gelap, rasanya hanya sepenggal tangan saja jaraknya. Tetapi ada kengerian juga , mungkin karena saya juga takut ketinggian jadi tidak lama-lama saya di situ. Dari kejauhan cahaya merah jingga sudah mulai muncul. Sudah pagi.Tapi perjalanan belum sampai.

Jam enam pagi sampai juga di pasar bubrah. Beberapa teman sudah naik ke puncak gunung yang tepat di depan tenda kami. Puncak yang berpasir, kering dan berbatu. Saya sudah tidak sanggup walaupun katanya hanya 30 menit untuk kepuncak. Saya memilih merebahkan diri di dalam tenda. Badan serasa kaku dari ujung kaki sampai ke pundak. Perut hanya diisi energen dan indomie. Benar-benar kacau pola makan.

Sekitar jam 9an pagi mereka yang berada di puncak mulai turun satu persatu. Semua berkumpul tidak jauh dari tenda. Acara selanjutnya adalah pembagian doorprize. Satu persatu nama peserta yang mendapat doorprize disebutkan. Lumayan juga hadiah yang diberikan dari sponsor. Nah dari situ saya mulai kenal nama-nama tiap persertanya hehe… yahh walaupun ditegaskannya setelah tag photo pendakian merapi facebook haiiya.. hehe.. Sekitar jam setengah 10 pagi kami turun gunung setelah berpoto bersama. Oh ya di merapi juga ada monument kenangan dari beberapa pendaki yang telah wafat puluhan tahun yang lalu.


Perjalanan turun untunglah tidak diguyur hujan. Padahal kabut sudah turun dan menutupi beberapa jalur. Kalau saja tidak dijaga mungkin saya sudah pingsan dalam perjalanan. Terus terang, walaupun tadi sempat merasa agak mendingan, tetapi ternyata sudah tidak kuat berjalan dan puncak dari itu semua menangislah saya. Padahal tinggal beberapa track lagi sampai di new selo. Dengan dipaksakan sampai juga sih di warung new selo. Melegakan keletihan dengan minum air teh.

Lagi-lagi dalam perjalanan menuju basecamp , saya menangis duuhh antara lelah, kesel dan sebel, semua rasanya ikut keluar bersama air mata. Untunglah setelah mandi sedikit berkurang rasa sakitnya dan bisa berjalan kaki pelan-pelan menuju bus yang sudah menunggu di ujung pertigaan jalan raya.Di dalam bus saya hanya bisa tidur untuk mengurangi rasa ngantuk dan lelah. Belum lagi perjalanan selanjutnya akan mampir ke kota jogja. Tetapi teman-teman meledek karena tidak ramai kalau saya tidak ketawa… ya ampuun saya hanya bisa nyengir kuda saja deh.


Sampai di kota jogja jam 7 malam. Kami diberi waktu sampai jam 11 malam untuk berkumpul lagi di tempat bus. Saya dan beberapa teman ke malioboro , makan di lesehan , menyusuri sepanjang jalan malioboro sampai ke alun-alun utara. Ramai sekali ada konser musik. Kemudian dengan berjalan kaki berputar-putar mencari jalan menuju alun-alun selatan untuk bermain di area beringin kembar. Hehe… saat akan kembali , beberapa teman tidak mau berjalan kaki karena jauh. Emosi kami mulai muncul saat mencari delman dan menawar becak. Akhirnya diputuskan kami naik becak saja dengan tarip 20.000 per becak itupun sudah ditawar namun tetap segitu harganya. Daripada menunggu lama dan rasa ngantuk , lelah sudah berada diubun-ubun berangkatlah kami dengan menumpang becak.


Sebelum sampai ke tempat berkumpul, saya mampir ke tempat pembuatan bakhia patuk 25 yang ternyata 24 jam buka. Tempatnya ada di jalan Sanggrahan Pathuk 506 telp 0274 – 513904 / 566122 jogjakarta. Ada beraneka macam isi dari bakphianya ada keju, coklat, durian dan kacang ijo. Isinya 20 buah dalam satu kardus bakhia 25 harganya RP 22.000/ dus . lumayan buat oleh-oleh, saya beli 4 dus isi coklat dan keju..


Dari pabrik bakhia melewati jalan sarkem sampailah kami distasiun tugu. Dan dari depan stasiun tugu menuju tempat kami berkumpul. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize lagi. Kali ini teman-teman yang bersama saya tadi ke alun-alun selatan dan mencoba bermain diberingin kembar yang mendapat hadiahnya. Rejeki mereka hehe..


Tengah malam perjalanan pulang ke Jakarta dan semua tertidur dengan lelapnya sampai tidak ada satupun suara yang terdengar selama perjalanan sampai besok paginya. Sampai dijakarta disambut dengan hujan. Beberapa teman turun di slipi dan sisanya di cengkareng. Tiba di cengkareng sore hari pukul 5 .

Saya pulang naik ojeg setelah pamitan satu persatu dengan teman-teman yang masih tersisa. Uuhmm kaki pegel dan bengkak , jalan juga susah apalagi untuk naik turun tangga. Sungguh menderita… rasanya ingin berhenti dari kegiatan mendaki…

Anyway, makasih teman-teman kosapala. Thanks banget selama dalam perjalanan suka dan duka. Teman baru yang akhirnya memberikan kenangannya di basecamp merapi, thanks banget mau temuin saya disana. Satu hal yang saya suka dari gunung, kesusahan membawa persahabatan hehehe…

Salam
Veronica setiawati
01 – 04 April 2010 ( jkt-selo-jogja)

Setu Babakan Akhirnya Ketemu Juga


Awal mulanya tidak ada keinginan ke setu babakan karena sudah ada janji mau ke kebon raya bogor. Tetapi , teman saya membatalkan janjinya dan kebetulan seorang teman yang lain SMS ingetin sekaligus mengajak saya ke Setu Babakan. Tanpa pikir panjang langsung setuju dan janjian di Terminal bus Blok M sekitar jam 1 siang setelah teman saya pulang kerja.


Jam dua siang kami bertemu di lobbi bawah terminal bus blok M. Tanya pak satpam kopaja jurusan S616 ada dijalur tiga. Tidak lama menunggu kopaja datang dan duduk didepan samping supir. Mengingatkan pak supir dan keneknya untuk menurunkan kami jika sudah sampai di setu. Perjalanan cukup lama hampir satu jam untuk sampai ke lokasi.


Trayek yang dilalui kopaja S616 antara lain lewat pancoran, kalibata, jalan raya pasar minggu, Tanjung Barat setelah lewat dikit jalan mulai berliku seperti kalau ke puncak. Kemudian melewati jalan Joe , setu babakan tidak jauh. Ongkosnya Rp 2.000,-


Pintu masuk setu babakan tidak jauh dari jalan raya , posisinya ada disebelah kiri / tidak usah menyebarang, jika turun dari angkutan umum. Di lawang atas pintu gerbangnya tertulis “Pintu Masuk I Bang Pitung” dan tulisan dibawahnya setelah itu “Kampung Budaya Betawi Setu Babakan”. Ikuti saja sepanjang jalan setu babakan dan akan menemukan pintu masuk menuju setu atau danau yang luasnya 32 ha terletak di belakang perkampungan betawi ini.


Begitu memasuki jalan setu babakan, terlihat bentuk dan gaya arsitektur dari rumah-rumah betawi. Halaman yang luas , teras rumah yang luas, kursi-kursi kayu yang berjejer di teras, ada bale-bale , poto pemilik rumah bahkan beberapa pohon yang rindang membuat sejuk ketika melewati perumahan setu babakan masih dijaga bentuk keasliannya. Takut salah jalan , saya beranikan diri bertanya kepada seorang ibu yang ada diwarung arah ke setu.


Oleh ibu tersebut , ditunjukkan jalan tembus ke setu melewati sebuah masjid dan akan menemukan sebuah pintu yang dirantai, hanya bisa dilewati para pejalan kaki saja dan tidak bayar hehe..
Menyenangkan sekali akhirnya bisa menemukan setu babakan apalagi teman saya yang baru pertama kali datang melihatnya.


Cuaca panas dan perut lapar membawa kami mendekat ke salah salah satu tempat duduk dekat pintu masuk kendaraan. Kami memesan makanan gado-gado seharga Rp 7.000. Tempat duduk yang terbuat dari kayu dibuat menghadap ke danau yang bisa dilihat disepanjang pinggiran danau. Diseberangnya berderet juga beberapa penjual makanan. Ada juga beberapa yang menjual makanan khas betawi seperti roti buaya, kerak telor,laksa,serabi. Ada juga kelapa muda harganya Rp 6.000. Pengunjung yang datang cukup banyak, rata-rata anak muda. Terlihat diujung ada beberapa orang yang berenang atau bermain cano. Pohon-pohon besar di sepanjang setu babakan menambah sejuk tempat yang menjadi cagar budaya betawi ini.


Dari tempat kami makan, kami berjalan lagi kurang lebih 100 meteran menuju sebuah rumah panggung dan rumah khas betawi yang biasa digunakan untuk pementasan seni betawi. Biasanya memang setiap hari sabtu dan minggu akan di tampilkan beberapa kesenian betawi seperti lenong yang baru saja selesai ketika kami tiba. Lokasinya luas dan sejuk banyak pohon-pohon yang rindang mengelilinginya. Panggung keseniannya berada di tengah lokasi dengan halaman yang luas untuk menampung banyak penonton. Dari pintu gerbang saja sudah terlihat salah satu rumah khas betawi yang luas. Sepertinya tempat ini bisa digunakan jika ada acara-acara tertentu tetapi sepertinya harus konfirmasi dahulu pihak yang berwenang di kampung budaya betawi. Toilet ataupun mushola terdapat di bagian belakang dari rumah adat betawi atau di sisi kanan panggung.


Tidak jauh sekitar duapuluh meter dari lokasi panggun kesenian, terdapat arena bermain dan rekreasi. Sewa perahu bebek seharga Rp 5.000 untuk satu putaran. Jaraknya sejauh bendera-bendera yang di pasang dibeberapa titik di tengah danau. Memang tidak terlalu jauh karena dapat dipantau oleh penjaganya bila pengujung sudah selesai waktunya. Berjalan agak ke bagian timur, dapat dijumpai pintu air setu. Namun, terlihat banyak sampah yang menggenangi pinggir setu tepat dibawah tulisan “proyek setu babakan”

Tidak lama kami ditempat ini hanya sekitar dua jam , karena hari sudah menjelang sore. Lagipula setu babakan hanya buka dari pkl 06.00 – 18.00 wib dan lampu penerangan disepanjang danau tidak terlihat oleh saya. Kami pulang melewati jalan saat kami datang sampai bertemu jalan raya menunggu angkutan umum disebrang jalan. Mungkin juga karena sudah sore, angkutan umum kopaja S616 hanya sampai pasar minggu saja. Apalagi pertigaan menuju jalan joe padat merayap alias macet. Dan di pasar minggu sudah pukul 6 sore. Saya menunggu lagi sekitar 15 menit, akhirnya dengan bus Ac 81 jurusan depok – kalideres datang membawa saya pulang dengan ongkosnya Rp 7.000. Dan teman saya pulang dengan naik metromini S64.

Jkt, 17 April 2010
veronica setiawati